Sabtu, 04 Februari 2017

Beberapa Tools Dalam Melakukan Audit - Tugas 2 Analisa Kinerja Sistem

Beberapa Tools Dalam Melakukan Audit - Tugas 2 Analisa Kinerja Sistem
Gambar 1 Tools Dalam Melakukan Audit
Sumber : swansea.ac.uk

Soal
Cari tools lain dalam melakukan audit !
Jawab

ACL (Audit Command Language)
Merupakan perangkat lunak dalam pelaksanaan audit yang di design khusus untuk melakukan analisa data elektronik suatu perusahaan dan membantu menyiapkan laporan audit secara mudah dan interaktif. ACL dapat digunakan untuk user biasa atau yang sudah ahli.

NMap (Network Mapper)
NMap bersifat open source yang digunakan untuk audit dalam hal keamanan. Sistem dan administrator menggunakan perangkat lunak ini sebagai persediaan jaringan, mengelola jadwal layanan untuk upgrade, jenis firewall apa yang sedang digunakan, dan lain-lain. NMap berjalan pada semua sistem operasi dan paket biner seperti Linux, serta dapat melakukan transfer data secara fleksibel.

Nipper
Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router. Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.

Picalo
Picalo adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk melakukan analisa data yang dihasilkan dari berbagai sumber. Picalo dikemas dengan GUI (Graphis User Interface) yang mudah digunakan, dan dapat berjalan di berbagai sistem operasi.


Note : Saya hanya menyampaikan beberapa tools saja dan sebenarnya masih banyak tools pada audit. Bersumber dari adjiyudhas.wordpress.com.

Tentang COBIT - Tugas 1 Analisis Kinerja Sistem

Tentang COBIT - Tugas 1 Analisis Kinerja Sistem
Gambar 1 COBIT (Control Objective for Information and related Technology)
Sumber : architecture-center.com

Soal
Apa yang anda ketahui tentang COBIT ?
Jawab
COBIT (Control Objective for Information and related Technology) adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menghubungkan gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.

COBIT bermanfaat bagi manajemen untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan investasi pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi. Bagi Pengguna, ini menjadi sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga. Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang dihasilkan dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada.

Pedoman COBIT memungkinkan perusahaan untuk mengimplementasikan pengaturan TI secara efektif dan pada dasarnya dapat diterapkan di seluruh organisasi dan merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para profesional tersebut.


Testing Program 2 (TButtom-UpTest) - Manajemen Kontrol Programming

PENGERTIAN INTEGRATION TESTING
Definisi pengujian integrasi adalah tahap dalam pengujian perangkat lunak dimana modul perangkat lunak individu digabungkan dan diuji sebagai sebuah kelompok yang salaing terintegrasi.

TUJUAN INTEGRATION TESTING
     a).   Pemeriksaan fungsional
     b).   Kinerja
     c).   Kehandalan dari struktur program yang dirancang.

PENDEKATAN INTEGRATION TESTING
Pendekatan yang akan dibahas adalah pendekatan Bottom-Up, Hal ini untuk memenuhi tugas VClass Analisi Kinerja Sistem. Pembahasannya sebagai berikut.

Bottom-Up Test

Integrasi Bottom-Up adalah sebuah pendekatan untuk pengujian terpadu dimana komponen tingkat terendah diuji terlebih dahulu, kemudian digunakan untuk memfasilitasi pengujian komponen tingkat yang lebih tinggi. Proses ini diulang sampai komponen di bagian atas hierarki diuji.

Testing Program 2 (TButtom-UpTest) - Manajemen Kontrol Programming
Gambar 1 Bottom-Up Test
Sumber : guru99.com

Kapan dan berikan contoh melakukan Bottom-Up Test ?. Pengguaan Buttom-Up dilakukan ketika project atau system software yang dibangun sudah jadi, mulai dari planning hingga maintenance, barulah testing Buttom-Up dilakukan. Strategi integrasi Bottom-Up dapat diimplementasi dengan langkah-langkah:
a).   Modul tingkat rendah digabung ke dalam cluster (build) yang melakukan subfungsi perangkat lunak spesifik.
b).   Driver (program control untuk pengujian) ditulis untuk mengkoordinasi input dan output test case
c).   cluster diuji
d).   driver diganti dan cluster digabungkan dengan menggerakkannya ke atas di dalam struktur program.

Contoh Sederhana Buttom-Up Test
Bila kita membuat program seperti sebuah website, dimulai dari Planning, Control, Design, Coding, Testing, Operation and maintenance tetapi kita belum melakukan testing setelah programnya selesai atau sudah jadi, barulah kita melakukan testing dengan menggunakan Bottom-Up Test.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.guru99.com/integration-testing.html
http://faridirawan252.blogspot.co.id/p/testing.html
http://hambaallahyangdhoif.blogspot.co.id/2017/01/bottom-up-test-strategi-ini-digunakan.html
http://rekayasaperangkat.blogspot.co.id/2008/12/pengujian-dan-implementasi-perangkat.html

Testing Program 1 (Top Down Test) - Manajemen Kontrol Programming

PENGERTIAN INTEGRATION TESTING
Definisi pengujian integrasi adalah tahap dalam pengujian perangkat lunak dimana modul perangkat lunak individu digabungkan dan diuji sebagai sebuah kelompok yang salaing terintegrasi.

TUJUAN INTEGRATION TESTING
     a).   Pemeriksaan fungsional
     b).   Kinerja
     c).   Kehandalan dari struktur program yang dirancang.

PENDEKATAN INTEGRATION TESTING
Pendekatan yang akan dibahas adalah pendekatan Top-Down Test, Hal ini untuk memenuhi tugas VClass Analisi Kinerja Sistem. Pembahasannya sebagai berikut.

Top-Down Test
Top-Down Test adalah pengujian terpadu dimana modul terintegrasi paling atas diuji sampai modul paling bawah dan cabang modul diuji langkah demi langkah sampai akhirnya modul terkait. Jika suatu modul modul atas memanggil modul modul bawah, maka modul atas diimplementasikan dan diintegrasikan lebih dahulu.

Testing Program 1 (Top Down Test)  - Manajemen Kontrol Programming
Gambar 1 Top Down Test
Sumber : guru99.com
Kapan dan contoh integration testing dilakukan top-down test ?. Sesungguhnya sistem biasanya dikembangkan dan diuji dengan menggunakan campuran pendekatan Top-Down dan Button-Up, jadwal pengembangan yang berbeda untuk bagian sistem yang berbeda berarti bahwa tim integrasi dan pengujian harus bekerja dengan komponen apapun yang tersedia. Dengan demikian, campuran stub dan test driver pada akhirnya harus dikembangkan pada saat proses pengujian integrasi. Intinya pengujian yang dilakukan harus sesuai dengan permasalahan kasus atau software yang dibangun, karena pada dasarnya pendekatan Top-Down dan Bottom-Up mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Contoh Sederhana Top-Down Test
kita membuat skenario pengetesan seperti berikut, mahasiswa akan menginput data diri :
     a).   Nik mahasiswa harus sama dengan 12345
     b).   Nama mahasiswa harus sama dengan Moh. Syairi
     c).   Untuk alamat dan kota nilainya harus Jakarta

Pada pendekatan Top-Down pengujian akan memeriksa nilai inputan yang dimasukkan mahasiswa. Pemeriksaan akan dilakukan mulai dari modul atas (NPM) dan kemudian jika ditemukan dalam database, nilai npm akan digunakan untuk mencari identitas pemilik NPM tersebut, dan begitu seterusnya sampai pengujian pemeriksaan berhasil ditemukan.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.guru99.com/integration-testing.html
http://www.kompasiana.com/flasher/integrasi-testing_55006ed6a33311c271510bfc
https://herunfitri.wordpress.com/2012/01/16/pengujian-top-down/

Kamis, 26 Januari 2017

Pengantar Telematika || Lanjutan - Tugas 3

Pengantar Telematika || Lanjutan - Tugas 3
Pengantar Telematika || Lanjutan - Tugas 3

Soal
Jelaskan bagaimana proses komunikasi antara user dengan mesin (perangkat telekomunikasi dan komputer) sehingga user dapat mengakses layanan telematika!
Jawab
Komunikasi atau interaksi user dengan perangkat telekomunikasi dan komputer dilakukan melalui 2 cara yaitu tekstual (bahasa pemrograman) dan GUI (Graphical User Interface). Saat ini yang paling banyak digunakan adalah jenis GUI karena tampilan interface yang mudah digunakan dimengerti oleh user, segingga user dapat mengakses layanan telematika tanpa ada kesulitan. Untuk proses komunikasi sendiri user akan mengoperasikan perangkat telematika dengan tampilan interface yang tersedia, dan akan mendapatkan feedback sesuai intruksi user.

Soal
Apa fungsi dasar hukum (UU ITE) yang digunakan apabila ada penyalahgunaan dalam layanan telematika, jelaskan!
Jawab
Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum.
Beberapa fungsi dan manfaat dari UU. No 11 Tahun 2008 tentang (ITE), diantaranya :
  • Menjamin kepastian hukum bagi masyarakat yang melakukan transaksi secara elektronik
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia
  • Sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya kejahatan berbasis teknologi informasi
  • Melindungi masyarakat pengguna jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi.


Soal
Jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan layanan telematika!
Jawab
a).   Kurangnya Pengawasan : Setiap penggunaan layanan telematika seperti internet apabila kurang diawasi oleh pemerintah maka membuat penyalahgunaan internet semakin marak.
b).   Pengaruh Komunitas : Ajakan dalam hal ini bisa seperti ajakan dari lingkungan sekitar teman, keluarga, tetangga, oraganisasi, maupun komunitas. Contoh enyalahgunaan fasilitas telematika baru-baru ini seperti situs resmi SONY yang diretas oleh kelompok yang mengatasnamakan GOP dan Lizard Squad.
c).   Adanya Kesempatan : Penyalahgunaan layanan telematika tidak mungkin terjadi apabila tidak adanya kesempatan.
d).   Rasa ingin tahu yang tinggi : Seseorang yang memiliki rasa ingi tahu yang tinggi akan mendorongnya untuk menyalahgunakan layanan telematika, misalnya membuka situs-situs pornografi karna ingin tahu tentang hal tersebut.
e).   Peranan dari orang tua : Kurangnya peranan orang tua dalam keluarga, akan meyebabkan anak melakukan sesuatu sesuai keinginanya tanpa batasan-batasan yang seharusnya ditetapkan dalam keluarga. Yang menyebabkan penyalahgunaan fasilitas telematika yang ada.

Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_manusia-komputer
https://harislukman1805.blogspot.co.id/2017/01/tugas-3-telematika.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Informasi_dan_Transaksi_Elektronik
http://muhyizuhdi.blogspot.co.id/2015/01/penyalahgunaan-fasilitas-layanan.html
http://nuzulfirmansyah.blogspot.co.id/2015/01/tugas-3-penyalahgunaan-layanan.html

Selasa, 22 November 2016

Analisa Website E-Government Provinsi Dan Kabupaten Bali - Tugas Analisa Kinerja Sistem


===================================================
Anggota Kelompok 2 :

Moch Kemal Jaya Negara (15113541)

Moh. Syairi (15113580)

Muhammad Ramli (16113074)

Ratnasari Sari (17113316)

Yusuf Fadhilah (19113635)

===================================================


ANALISIS E-GOVERNMENT PROVINSI  DAN KABUPATEN BALI
NILAI BOBOT UNIT ANALISIS E-GOVERNMENT DAN KATEGORISASI

Unit Analisis E-Government telah memiliki bobot nilai begitu juga dengan kategorisnya. Bobot nilai yang diberikan disesuaikan dengan penilaian berdasarkan analisis yang dilakukan. Berikut tabel unit analisis E-Government dan kategorinya.


Analisa Nilai Bobot Unit Analisis dan Ketegorinya

Pada tabel 1, unit analisis yang pertama yaitu informasi menu utama dalam website, jika kita lihat pada unit tersebut, nilai tertinggi diperoleh pada website Provinsi Bali, dan pada urutan kedua diperoleh website Kabupaten Badung dan terkecil pada Kabupaten Gianyar. Penilaian tersebut diperoleh dari hasil analisa dan perhitungan pada masing-masing kategori yaitu potensi daerah, komoditas utama dan kualitas sumber daya manusia pada masing-masing daerah. Selisih nilai bobot antara Provinsi Bali dan Kabupaten Badung tidak terlalu jauh, akan tetapi selisih nilai Kabupaten Gianyar terpaut jauh dengan kedua website Bali dan Badung. Hal ini dikarenakan pada website Kabupaten Gianyar untuk kategori komoditas utama dan kualitas sumber daya manusia tidak diinformasikan secara lengkap dibandingkan kedua website lainnya, dan tentu saja perolehan nilai pada masing-masing ketegori tersebut sangat kecil.

Unit selanjutnya adalah Informasi tambahan dalam fasilitas website, hasil perolehan nilai bobot tertinggi yaitu pada website Provinsi Bali, sedangkan nilai terkecil diperoleh Kabupaten Gianyar. Hasil nilai ini berdasarkan penilaian pada masing-masing kategori yaitu Tahap I meliputi informasi dalam bidang pendidikan, Tahap II meliputi informasi dalam bidang perniagaan dan terakhir Tahap III meliputi informasi mengenai kegiatan pemerintahan atau diluar pemerintahan. Selisih antara ketiga nilai pada masing-masing website tersebut, tidak terlalu jauh, karena pada ketiga website sudah memberikan informasi secara terbuka mengenai kegiatan pendidikan, perniagaan dan kegiatan pemerintah atau non-pemerintah.

Kemudian selanjutnya unit penyediaan hubungan diantaranya hubungan pemerintah dengan masyarakat (G2C), pemerintah dengan bisnis (G2B) dan pemerintah dengan pemerintah (G2G). Pada penilaian tersebut perolehan nilai tertinggi yaitu pada website Kabupaten Gianyar, sedangkan urutan kedua pada Kabupaten Badung dan terkecil adalah Provinsi Bali. Hubungan G2C pada ketiga website terbilang sangat baik, karena pada masing-masing website pemerintah daerah (Pemda) tersedia forum, kontak, email, dan media sosial yang aktif sehingga bisa terhubung langsung dengan masyarakat. Hubungan G2B pada ketiga website yaitu adanya pengurusan surat perizinan membangun usaha, ketersediaan biro-biro khusus untuk menangani usaha-usaha kecil atau koperasi, sedangkan untuk hubungan G2G dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan pemerintah dan non-pemerintah.

Unit aksebilitas adalah mengenai performa kecepatan akses suatu website. Pada ketiga website rata-rata kecepatan akses kurang dari 10 detik, hal ini dapat dinilai bahwa website mempunyai performa kecepatan yang baik. Selanjutnya untuk unit design website, perolehan nilai tertinggi yaitu pada website Provinsi Bali dan kedua pada Kabupaten Badung dan terkecil adalah Kabupaten Gianyar. Selisih antara ketiga nilai bobot tersebut juga tidak jauh berbeda, penilaian tersebut didapat dari kategori animasi, grafis dan teks lengkap pada website. Rata-rata untuk kategori animasi dan grafis, pada ketiga website terdapat lengkap dan tidak terlalu menggunakan warna yang mencolok, sehingga memberikan kenyaman secara visual, akan tetapi untuk kategori kelengkapan teks pada website Provinsi Bali dan Kabupaten Gianyar masih terdapat halaman yang hanya terdapat judul atau halaman kosong saja, hal ini memberikan kesan link zonk karena halaman kosong.

Dan untuk unit analisi yang terakhir adalah jumlah tingkatan informasi, tingakatan ini terbagi menjadi beberapa tingkat dinataranya, Tingkat 1 yaitu persiapan, meliputi pembuatan situs informasi di setiap lembaga Pemda, Tingkat 2 pematangan, meliputi pembuatan situs informasi public yang interaktif dan user interface, Tingkat 3 pemantapan, meliputi pembuatan situs transaksi pelayanan publik dan pembuatan interoperabilitas aplikasi dan data dengan lembaga lain, dan Tingkat 4 pemanfatan, meliputi pembuatan aplikasi untuk pelayanan yang bersifat G2G, G2B dan G2C yang terintegrasi. Pada website Provinsi Bali memperoleh nilai terkecil pada kategori ini, karena mempunyai nilai yang kecil pada tingkat 3 dan tingkat 4 karena applikasi pelayan public kurang atau sedikit sekali. Hal ini berbeda pada pada kedua website lainnya yaitu Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar yang mempunyai applikasi pelayan public pada websitenya, seperti contoh pelaporan pelanggaran, dan membayar pajak, dan pengurusan surat izin.

Kesimpulan hasil analisis dari tabel 1 adalah dapat dilihat dari total keseluruhan nilai bobot pada masing-masing website. Dalam perolehan nilai tertinggi yaitu pada website Kabupaten Badung dan urutan yang kedua adalah website Provinsi Bali dan urutan terakhir adalah website Kabupaten Gianyar. Penilaian ini berdasarkan hasil kategori penilaian yang sebelumnya sudah dianalisa diatas.



UNIT ANALISIS E-GOVERNMENT PADA PEMDA BALI


Analisa Unit Analisis Website E-Government

Menurut Inpres 3/2003 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan E-Government “Pengembangan E-Government merupakan upaya untuk mengembangakan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis atau menggunakan elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien. Melalaui pengembangan E-Government dilakukan penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimasikan pemanfaatan teknologi informasi. Pada setiap situs website pemerintah daerah minimal mempunyai konten Selayang Pandang, Pemerintah Daerah, Geofrafi, Peta Wilayah dan Sumberdaya, Peraturan Daerah, dan Buku Tamu (KOMINFO, 2003).

Dari Tabel 2 diatas berdasarkan data-data yang ada antara Provinsi Bali, Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar, jika kita lihat berdasarkan unit analisis Selayang Pandang, ketiga website pemerintah daerah tersebut memiliki persamaan yaitu tidak terdapatnya motto pada masing-masing website. Untuk kategori analisis lainnya seperti sejarah, lambang, arti lambang, lokasi dalam bentuk peta dan visi misi sudah terdapat informasi lengkap pada website Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar, akan tetapi untuk website Provinsi Bali tidak ada informasi mengenai arti lambang dan lokasi dalam bentuk peta.

Pada unit analisis Pemerintahan Daerah (Pemda), website Provinsi Bali tedapat  informasi mengenai struktur oraganisasi yang berada di Pemda bersangkutan, namun meski terdapat struktur oraganisasi pada website tidak diinformasikan lebih lanjut mengenai identitas seperti alamat, telepon, email, biodata, dan lainnya dari pejabat daerah. Hal yang sama juga terdapat eksekutif dan legislative pada website Kabupaten Badung, bedanya masih terdapat identitas nama, alamat, telepon dari pejabat daerah, sedangkan untuk informasi biodata pejabat tidak ada dalam website. Untuk website pada Kabupaten Gianyar kebalikan dari website Provinsi Bali yaitu tidak ada informasi mengenai struktur organisasi eksekutif dan legislative, akan tetapi pada ditemukan informasi mengenai identitas dan biodata pemimpin atau pejabat yang bersangkutan.

Unit selanjutnya adalah Geografi yang meliputi topografi, demografi, cuaca iklim, sosial ekonomi, budaya dan informasi statistic. Jika kita lihat pada Tabel 2, pada website Kabupaten Badung mempunyai data kelengkapan yang lebih dibandingkan kedua website lainnya. Semua kategori analisis pada Kabupaten Badung pada unit Geografi sudah ada pada website. Untuk website Provinsi Bali hanya terdapat informasi topografi, sosial dan ekonomi dan budaya daerah, sedangkan Kabupaten Gianyar hanya terdapat informasi sosial ekonomi, budaya daerah dan informasi mengenai statistik numeris.

Kemudian selanjutnya adalah unit peta wilayah dan sumber daya. Pada ketiga website tersebut, mempunyai kesamaan yaitu tidak terdapatnya bentuk peta sumber daya, sedangkan untuk untuk ketegori peta wilayah, hanya terdapat pada website Kabupaten Badung dan Gianyar saja. Pada unit yang kelima yaitu terdapatnya peraturan atau kebijakan daerah, hanya ada pada website Kabupaten Badung saja, sedangkan untuk kedua website lainnya yaitu Provinsi Bali dan Kabupaten Gianyar tidak ada pada website. Dan pada unit terakhir yaitu buku tamu, pada ketiga website ini mempunyai kesamaan yaitu tidak terdapat buku tamu dalam website dan kebalikan untuk kategori forum yaitu masing-masing website terdapat forum untuk menyampaikan pendapat atau saran.

Kesimpulan dari hasil analisis tabel 2, bahwa website Kabupaten Badung memiliki konten yang lebih lengkap dibandingkan website Provinsi Bali dan Kabupaten Gianyar. Penilaian ini berdasarkan jumlah total data unit dari tabel 2 diatas yang meliputi, selayang pandang, pemerintah daerah, geofrafi, peta wilayah dan sumberdaya, peraturan daerah, dan buku tamu. Hasil yang diperoleh oleh Kabupaten Badung memperoleh total 17 dari 21 konten yang harus dipenuhi, nilai total tersebut merupakan paling tinggi dibandingkan kedua website lainnya. Urutan kedua hasil diperoleh pada website Kabupaten Gianyar, sedangkan yang hasil total yang terkecil diperoleh website Provinsi Bali.


KESIMPULAN AKHIR

Kesimpulan dari hasil analisis dari Provinsi Bali, Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar berdasarkan data analisa dan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa, secara keseluruhan Website pemerintahan Kabupaten Badung memiliki total nilai keseluruhan yang lebih tinggi dibandingkan website Provinsi Bali dan Kabupaten Gianyar. Berbeda dengan Provinsi Bali dan Kabupaten Gianyar, data kedua website ini berbanding terbalik yaitu pada Total Nilai Bobot dan Kategori website Provinsi Bali menempati urutan kedua, sedangkan untuk Total Unit Analisis menempati urutan terakhir. Begitu juga yang dialami pada website Kabupaten Gianyar Total Nilai Bobot dan Kategori menempati urutan kedua, sedangkan untuk Total Unit Analisisnya menempati urutan terakhir. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3 berikut.


Pada Tabel 3 diatas menunjukkan ketiga website Pemda tersebut sudah dikatakan baik dan sesuai panduan KOMINFO 2003. Salah satunya adalah website Kabupaten Badung termasuk website yang paling baik, karena perolehan nilai yang paling tinngi dalam kualitas dan kuantitas website.


SARAN

Seperti yang sudah disampaikan pada kesimpulan diatas, bahwa ketiga website Pemda mempunyai kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda. Saran dari kami yaitu, agar ketiga website Pemda tersebut meningkatkan kualitas seperti informasi tambahan, hubungan kepemerintahan, jumlah tingkatan informasi, pelayanan dan lain sebagainya. Dan tidak hanya kualitas saja yang ditingkatkan akan tetapi juga secara kuantitas seperti buku tamu, peta wilayah dan sumber daya, motto pada website, biodata pejabat pemerintahan dan lain sebagainya.

Senin, 14 November 2016

Pengantar Telematika | Lanjutan -Tugas 2

Pengantar Telematika | Lanjutan -Tugas 2
Pengantar Telematika | Lanjutan -Tugas 2

Soal :
Jelaskan peranan jaringan komputer yang berkaitan dengan bagian telekomunikasi pada layanan telematika!

Jawab
Pengertian Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui media transmisi atau media komunikasi sehingga dapat saling berbagi data, aplikasi maupun berbagi perangkat keras komputer.
Peranan jaringan computer dalam penyebarluasan layanan telematika merupakan peranan yang sangat berperan penting dalam penyebarannya, karena dengan adanya jaringan computer suatu system telematika dapat diakses secara bersamaan, dimanapun dan kapanpun dan setiap sistem telematika dapat bekomunukasi satu sama lain.

Soal :
Sebutkan  dan  jelaskan  aplikasi  apa  saja  yang  bermunculan  dengan  semakin luasnya  jangkauan  telekomunikasi  dan  semakin  banyaknya  perangkat telekomunikasi!

Jawab
  • Applikasi Media Sosial : Sosial media secara umum bisa di artikan sebagai situs yang menyediakan wadah bagi penggunanya untuk saling berinteraksi secara online. Di media sosial user bisa saling berinteraksi dengan pengguna lain, atau mungkin malah menjalin hubungan bisnis dengan orang dari berbagai kalangan. Contoh : Facebook, Twitter, Instagram, dll.
  • Applikasi Belanja : konsumen tidak perlu lagi meluangkan waktu yang banyak untuk pergi melakukan aktivitas berbelanja. Dengan tersedianya layanan telekomunikasi yaitu e-business dan e-comerce. Contoh : Lazada, Tokopedia, OLX, dll.
  • Applikasi Pemerintahan : Salah satu contoh applikasi pemerintahan adalah Pemerintah Surabaya menerapkan e-procurement. Dengan adanya e-procurement yang dikembangkan pemerintah Surabaya http://www.surabaya-eproc.or.id maka masyarakat Surabaya bisa lebih mudah untuk mengetahui projek yang sedang ada dan mereka bisa lebih mudah untuk mengetahui projek yang sedang ada dan mereka bisa lebih mudah  untuk ikut didalam lelang tender projek tersebut.

Soal :
Berikan contoh proses yang berkaitan dengan arsitektur client-server dan arsitektur peer-to-peer pada layanan telematika!

Jawab
  • Client-Server : merupakan pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan. Contoh : pencarian barang di situs toko online seperti OLX, Lazada, dll. Ketika konsumen (client) membeli barang server akan merespon atau memberikan aksi.
  • Peer to Peer : adalah suatu teknologi sharing (pemakaian bersama) resource dan service antara satu komputer dan komputer yang lain. Contoh : pada situs www.kbagi.com penyimpanan file sekaligus pemakaian file secara bersama atau hak akses file public.


Sumber Referensi